Tampilkan postingan dengan label Dunia Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

Yess.. Nanas Indonesia Rajai Pasar Global

Aktifitas jual beli Nanas di Pasar Pulo Gadung, Jakarta Timur (4/1). Seperti yang diungkapkan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim dalam Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun sampai saat ini Indonesia tercatat sebagai negara eksportir nanas terbesar di dunia.

Yess.. Nanas Indonesia Rajai Pasar Global
Nilai ekspor nanas Indonesia per tahun mencapai ratusan juta dolar AS. Hasan Alhabshy/detikcom.

Yess.. Nanas Indonesia Rajai Pasar Global
Nilai Ekspornya adalah US$ 139 juta dengan cakupan negara hampir ke seluruh dunia, yang paling besar adalah ke Amerika Serikat, kedua adalah negara-negara Eropa, lalu Timur Tengah dan Amerika Latin seperti Peru, Uruguay, Panama, dan juga India. Hasan Alhabshy/detikcom.


Yess.. Nanas Indonesia Rajai Pasar Global
Ekspor nanas biasanya sudah dalam bentuk produk olahan seperti kemasan kaleng. Hasan Alhabshy/detikcom.

Yess.. Nanas Indonesia Rajai Pasar Global
Indonesa saat ini memiliki perusahaan eksportir koktail nomor 3 di dunia dengan investasi sekitar Rp 1,4 triliun. Hasan Alhabshy/detikcom.


Yess.. Nanas Indonesia Rajai Pasar Global
Hassanudin Ibrahim mengungkapkan bahwa saat ini banyak sektor swasta yang berminat untuk investasi di holtikultura. Hasan Alhabshhy/detikcom.




sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2012/01/04/184011/1806873/461/1/yess-nanas-indonesia-rajai-pasar-global?p991101462

Rabu, 04 Januari 2012

Februari, Tiket Elekronik KRL Mulai Dijual


[Jakarta] PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai Februari hingga April 2012 mulai menerapkan sistem tiket elektonik (e-ticketing) di 35 stasiun KRL yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Dalam tahap awal penerapan e-ticketing, PT KCJ rencananya akan menggunakan sebanyak 15.000 lembar kartu elektronik untuk menggantikan sebagian tiket berbentuk kertas maupun kartu trayek berlangganan.

Sekretaris Perusahaan PT KCJ Makmur Syaheran, menjelaskan, pengoperasian e-ticketing merupakan bagian dari rangkaian pembenahan yang dilakukan PT KCJ dan PT KAI setelah sebelumnya melakukan perubahan operasi jalur lingkar (loopline). “Mulai Februari-April mendatang, kartu trayek berlanggananan berbentuk kertas sebagian akan diganti kartu elektronik yang disebut comet (commuter electronic ticket) Untuk sementara, hanya diberlakukan di 35 stasiun Jabodetabek dahulu,” katanya, kepada SP, baru-baru ini.



Makmur melanjutkan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan menghindari antrian pembelian tiket, PT KCJ mulai memperluas penerapan sistem tiket elektronik di 50 stasiun kereta pada April hingga Juni 2012. Tiket elektronik yang disediakan dalam periode ini diperkirakan mencapai 30.000 lembar kartu.

“Karcis kertas biasa masih tetap berlaku dan berjalan sebagaimana mestinya. Sosialisasi secara perlahan akan terus kami berikan kepada masyarakat agar tidak bingung cara menggunakannya,” ucap Makmur.



Selama periode ini, Makmur menjelaskan, PT KCJ akan memantau penuh pelaksanaan tiket elektronik. Bila tidak ada hambatan, mulai Juni atau pertengahan Juli 2012, sistem tiket perkeretaapian Jabodetabek secara penuh akan menerapkan e-ticketing. Penggunaan tiket elektronik tersebut akan diberlakukan di seluruh stasiun kereta Jabodetabek (63 stasiun).

“Hingga Juni atau pertengahan Juli 2012, minimal sekitar 100.000 lembar kartu elektronik disebar di masyakarat. Kami melakukannya secara bertahap karena harus memonitor secara langsung penerapannya di lapangan,” katanya.



Dijelaskannya, untuk merealisasikan e-ticketing, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan lima bank besar di Indonesia (BNI, Mandiri, BRI, Bank DKI, dan BCA). Nantinya, selain KCJ, kelima bank tersebut juga akan mengeluarkan tiket elektronik sebagaimana yang dikeluarkan PT KCJ.

Dengan demikian, jelasnya, dalam mengisi ulang tiket, masyarakat nantinya bisa langsung ke setiap stasiun kereta atau mengisinya melalui masing-masing atm bank yang bersangkutan. Cara pengisian kredit tiket eklektronik juga bisa dilakukan melalui topup layaknya pengisian pulsa telepon genggam.

Makmur melanjutkan, bila e-ticketing sudah berjalan sepenuhnya, PT KCJ secara perlahan juga akan menerapkan sistem single class kereta api. Dengan sistem ini, masyarakat yang biasa menggunakan KRL kelas ekonomi dan diganti kereta Commuter, tidak perlu khawatir karena subsidi tetap akan diberikan pemerintah.

Dia menjelaskan, pasca pengubahan operasi, hanya kereta api commuter yang tidak disubsidi pemerintah. Khusus KRL ekonomi, pemerintah masih menerapkan sistem subsidi. Untuk itu, dalam pengoperasian sistem tiket elektronik, PT KCJ bersama dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Sosial akan memiliki database siapa saja pelangggan kereta yang memerlukan subsidi.

“Dengan begitu, pemberian subsidi akan lebih tepat sasaran. Kami berharap masyarakat bisa mendukung peningkatan pelayanan perkeretaapian,” ujarnya. [Y-7]




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12362399

Selasa, 03 Januari 2012

Tahap pertama 1,29 juta kendaraan kena program pembatasan BBM




JAKARTA. Pemerintah menargetkan untuk tahap pertama pemberlakuan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 1,29 juta kendaraan. Target ini berlaku untuk kendaraan di Jawa dan Bali.

"Jadi tahap pertama sasarannya 1,29 juta kendaraan di pulau Jawa dan Bali jadi tidak tiba-tiba," kata Menteri koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa di kantor Presiden, Selasa (3/01).

Kebijakan ini berlaku mulai 1 April mendatang sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang APBN 2012 untuk menjalankan pembatasan BBM bersubsidi. Pembatasan ini berlaku untuk kendaraan yang berpelat hitam.



Oleh sebab itu, Kementerian ESDM telah membentuk dua tim untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai rencana. Tim pertama yakni tim sosialisasi dan tim kedua yakni tim pengawas untuk mengendalikan kemungkinan adanya kebocoran.

Di samping membatasi BBM bersubsidi dalam hal ini premium untuk kendaraan, pemerintah menyiapkan opsi tambahan dengan menjalankan program konversi BBM subsidi ke compressed natural gas (CNG) dan liquefied gas for vehicle (LGC).

Hatta mengakui untuk menjalankan program konversi ini butuh waktu menyangkut infrastruktur seperti pembangunan stasiun CNG. Untuk tahap awal, dia bilang pemerintah menyiapkan infrastruktur dengan konsep mother and daughter. Dalam konsep ini, stasiun pengisian induk akan bertindak sebagai mother yang menyuplai pasokan gas bagi lima mobil tangki (daughter) yang berkeliaran.



Sedangkan untuk LGV pemerintah berjanji memberikan converter kit untuk kendaraan umum yang harganya mencapai Rp15 juta. Bahan bakar gas alternatif sebagai pengganti pertamax ini memang ditujukan terutama untuk kendaraan umum. Pasalnya, harga dari LGV lebih murah ketimbang BBM bersubsidi. Kalau BBM bersubsidi harganya Rp 4.500 per liter, LGV bisa sekitar Rp 4.100 per liter.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12346110